Selasa, 08 Mei 2018

Cinta Yang Hanya Mengharap Ridho Allah SWT Di Assalamualaikum Calon Imam



'Jika kita mencintai sesuatu karena cinta kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, maka Tuhan akan memberikan yang jauh lebih baik lagi.'



Satu lagi film layar lebar "Assalamualaikum Calon Imam" yang terinspirasi dari novel best seller terbitan Coconut Books/Melvana Publishing. Film ini menyajikan dengan indah gambaran kisah cinta romantis bernuansa islami.



Sejak informasi bakal diangkat ke layar lebar diumumkan, film Assalamualaikum Calon Imam (ACI) sudah mencuri perhatian. Banyak pihak yang menantikan kemunculan film produksi kolaborasi studio Prized Productions dan Vinski Productions untuk dibandingkan dengan novelnya yang masuk kategori best seller.


“Novel ini menceritakan tentang cinta, tetapi bukan cinta buta. Kisah ini tentang cinta yang semata karena Allah. Tokoh Fisya dan Alif adalah contoh pasangan yang cintanya tumbuh seiring waktu karena meyakini bahwa Allah akan membuka jalan bagi mereka. Dan cinta karena mengharap ridho Allah itu adalah cinta yang sebaik-baiknya, cinta yang ada di dunia. Hal inilah yang membuat kami tertarik mengangkat novel Assalamualaikum Calon Imam ini menjadi sebuah Film,” ungkap Santi Muzhar dan Dwi Ajeng, yang merupakan Produser dari rumah produksi Prized Productions, saat acara Screening dan Press Conference film Assalamualaikum Calon Imam, di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/5).



Natasha Rizki, Miller Khan, Andi Arsyil, Hessel Steven, Defwita Zumarajuga aktor senior Le Roy Osmany, Keke Soeryo dan Rheina Ipeh serta penampilan khusus Dr. Deby Vinski yang menjadi salah satu pemain di film ini, sekaligus menjadi produser dari rumah produksi Vinski Production. Mereka didaulat untuk memerankan sejumlah karakter serta melibatkan sineas-sineas muda Indonesia kolaborasi sineas Jakarta dan Makassar di film yang akan tayang hari Rabu ini, 9 Mei 2018.

"Assalamualaikum Calon Imam memang sangat menarik, ceritanya sederhana tapi ada keunikan dari karakter masing-masing. Cerita yang dipaparkan sangat menyentuh dari segi percintaan atau romansanya. Saya sangat jatuh cinta dengan tokoh Alif, dan saya sangat yakin banyak orang yang ingin menjadi seorang Alif. Dan saya percaya, tokoh Alif ini tentu akan menjadi pujaan banyak wanita,” pungkas sang sutradara Findo Purwono HW.


Mempercayakan penyutradaraan film ini kepada Findo Purwono HW bukanlah hal yang sulit bagi Prized Productions dan Vinski Production, karena pengalaman Findo sebelumnya lewat film Love in Perth (2010), Ayah Mengapa Aku Berbeda (2011), dan My Blackberry Girlfriend (2011).


Menurut Findo dalam proses produksi film Assalamualaikum Calon Imam boleh dikatakan berjalan cukup singkat. Untuk proses syuting diselesaikan dalam waktu dua minggu, di Makassar 5 hari dan selebihnya di Jakarta.

“Kendala hampir tidak ada dari menyutradarai film Assalamualaikum Calon Imam ini. Saya sangat menikmati dan lancar mengeksekusi cerita film ini. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Penyesuaikan saat syuting di Makassar lebih ke lingkungan, lokasi, dan pemain saja. Karena khusus di Makassar ada beberapa cameo seperti Bapak Syahrul Yasin Limpo, yang saat itu masih menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan dan Bapak Syamsu Rizal, Walikota Makassar,” papar Findo.

Film perdana dari rumah produksi Prized Productions dengan menggandeng Vinski Production ini memiliki nilai-nilai Islami yang menarik yang diangkat ke layar lebar dari novel karya Ima Madania ini yang bisa ditunjukkan ke masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak muda.

“Dalam Film ini, saya nyaris tidak mendapati kesulitan yang berarti, karena ceritanya sendiri sudah utuh. Kalau bisa dibilang nyaris sempurna. Jadi tugas saya sebagai penulis skenario hanya untuk menutupi celah-celah cerita tidak terlalu berat. Ada beberapa adegan yang dibayangkan sudah sangat filmis dan visual sehingga bisa saya terjemahkan dalam naskah skenario. Peran terbesar saya menjadi penulis skenario adalah menjahit antara satu adegan ke adegan lain,” papar Oka Aurora yang merupakan penulis skenario yang sukses meraih penghargaan di ajang Festival Film Bandung 2014 sebagai Penulis Skenario Film Terpuji. 

Drama yang dibungkus Assalamualaikum Calon Imam memang sarat memberikan varian cerita yang jauh berselera dan tidak menggurui penotonnya.



"In shaa Allah film ini akan memberikan bingkisan indah bagi anda, tanpa bermaksud menggurui dan film ACI sejatinya adalah sebuah realitas," ujar Dwi Ajeng Asmarandhany.



















Tidak ada komentar:

Posting Komentar