Kamis, 05 April 2018

Rakornas Perpusnas : Minat Baca Nasional Dapat Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Wapres Jusuf Kalla 
(Foto: Hani Khaerunisa)

Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas), pada Senin lalu (26/3/2018) telah membuka penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bidang perpustakaan,    di Gedung Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Rakornas yang dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan selanjutnya meresmikan Perpustakaan Digital Wapres di Gedung Layanan Perpusnas. 



Kepala Perpustakaan Nasional, M. Syarif Bando mengungkapkan, bahwa dengan adanya acara ini, ia berharap perpustakaan sebagai institusi akan terus menjadi jembatan ilmu pengetahuan. Perpustakaan akan terus menjadi tempat rujukan untuk menghimpun informasi.

Menurut Syarif, rakornas perpustakaan ini bertujuan untuk mengidentifikasikan permasalahan dan isu-isu strategis terkait dengan pengembangan perpustakaan dan pembudayaan kegemaran membaca. Selain itu untuk menyelaraskan sasaran program dan pembudayaan kegemaran membaca.

Rakornas yang telah berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, 26-28 Maret 2018, dihadiri oleh para narasumber dari Komisi X DPR, Bappenas, Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi, Duta Baca Indonesia Najwa Shihab, dan Kepala Dinas Perpustakaan Tapanuli Selatan.

Data Central Connecticut State University mengenai The World's Most Literate Nation pada tahun 2016, menyatakan peringkat literasi Indonesia di posisi 60 dari 61 negara. Namun riset Perpusnas ditahun 2017 menunjukkan frekuensi membaca orang Indonesia rata-rata 3-4 kali per minggu.

Waktu yang dibutuhkan untuk membaca per hari rata-rata hanya 30-59 menit. Jumlah buku yang dibaca per tahun rata-rata sekitar 5-9 buku sehingga diperoleh rata-rata tingkat kegemaran membaca masyarakat Indonesia adalah 36,48 atau rendah.

Oleh karena itu pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas pembangunan nasional, dan posisi literasi menjadi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing.

Di dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019 penguatan literasi menjadi salah satu prioritas yang mendukung prioritas nasional pembangunan manusia melalui kemiskinan dan peningkatan pelayanan dasar.

Syarif Bando menjelaskan bahwa ada jutaan informasi yang bisa didapat melalui internet. Tetapi, dari internet, masyarakat tidak bisa menggalakkan spirit nasionalisme, persatuan, patriotisme, perdamaian, kesederhanaan, dan ketulusikhlasan.

"Kita bisa mendapatkan jutaan informasi di internet tentang Bung Karno Bung Hatta dan pahlawan-pahlawan lainnya. Tapi tidak bisa menggalakkan kita tentang spirit nasionalisme, persatuan, patriotisme, demokrasi yang digagas Bung Karno. Kemudian kita juga bisa mendapatkan jutaan buku tentang demokrasi dan perdamaian dari barat melalui internet. Tapi kita tidak akan bisa mendapatkan spirit perdamaian kesederhanaan ketulusikhlasan kesederhanaan dan motivasi seorang jepang seorang," ujar Kepala Perpusnas.

Di dalam acara ini juga ditayangkan sebuah video berjudul 'JK Cinta Damai', yang didedikasikan untuk Jusuf Kalla, yang telah berhasil mendamaikan beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Poso.

Acara ini juga sekaligus penandatanganan nota kesepahaman bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI. Penandatanganan ini dalam rangka mewujudkan masyarakat madani melalui sinergi antara pengembangan perpustakaan dan pembangunan desa, daerah tertinggal, serta wilayah transmigrasi di Indonesia.

"Pemerataan akses perpustakaan bagi masyarakat menjadi salah satu target yang ingin dicapai oleh Perpusnas melalui pengembangan pustakawan bergerak. Pengembangan perpustakaan dan literasi ini terkait erat dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Syarif Bando.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar