Jumat, 17 November 2017

Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017 : Kemajuan Bisnis Koperasi Di Era Digital


Koperasi sebagai soko guru perekonomian mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Bayang-bayang suram usaha koperasi yang selalu berkonotasi negatif (hanya menunggu kredit murah dan bantuan modal) serta hanya sekedar kelas pinggiran, ternyata sudah bisa ditinggalkan. 






Kini bisnis koperasi sudah masuk ke dalam usaha skala besar dan tidak kalah kinerjanya dengan usaha besar swasta. Sebagai salah satu bukti nyatanya, bahwa saat ini sudah ada koperasi yang mampu memdulang aset lebih dari Rp.7 triliun dan volume usaha lebih dari Rp.5,7 triliun.

PT. Berkah Dua Visi yang memayungi Majalah Peluang, pada kesempatan ini mempersembahkan peluncuran buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017 karya Irsyad Muchtar, selain sebagai penulis beliau juga sebagai pemred www.majalahpeluang.com serta pengamat perkoperasian.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga selain melaunching buku 100 KBI, juga menyerahan penghargaan kepada 13 koperasi sebagai pengelola Aset Terbesar, Volume Usaha Terbesar, CSR Terbaik dan IT Terbaik.


 Koperasi yang meraih 3 penghargaan adalah :
  1. Kopdit Lantang Tipo, sebagai koperasi kredit dengan Aset, Volume Usaha dan IT Terbaik.
  2. KSPPS UGT Sodogiri, sebagai koperasi syariah dengan Aset, Volume Usaha dan IT Terbaik.

Koperasi yang meraih 2 penghargaan adalah :

  1. Koperasi Setia Bakti Wanita Surabaya, sebagai koperasi konsumen dengan Aset Terbesar dan IT Terbaik.
  2. Kisel Jakarta, sebagai koperasi fungsional dengan Volume Usaha Terbesar dan IT Terbaik.
  3. Kospin Jasa Pekalongan Jawa Tengah, sebagai koperasi simpan pinjam dengan Aset dan Volume Usaha Terbesar.
  4. Koperasi Pusat Susu Bandung Utara Lembang, sebagai koperasi produsen dengan Aset dan Volume Usaha Terbesar.

Koperasi yang meraih 1 penghargaan adalah :
  1. Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia, sebagai koperasi syariah dengan CSR Terbaik.
  2. Koperasi Astra Internasional, sebagai koperasi fungsional dengan CSR Terbaik.
  3. Koppas Srinadi, sebagai koperasi konsumen dengan Aset Terbesar.
  4. Kopdit Keling Kuman Sintang Kalbar, sebagai koperasi kredit dengan CSR Terbaik.
  5. Koperasi Agro Niaga Jabung Malang Jawa Timur, sebagai koperasi produsen dengan CSR Terbaik.
  6. Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama Bogor Jawa Barat, sebagai koperasi simpan pinjam dengan IT Terbaik.
  7. Healthcare Mandiri Jakarta, sebagai koperasi fungsional dengan Aset Terbesar.

Irsyad Muchtar sebagai pemimpin umum Majalah Peluang, mengatakan bahwa "Kemampuan koperasi untuk tanggap dengan perubahan teknologi yang berkembang kini juga menggembirakan. Hampir semua koperasi besar, kini familier dengan teknologi informasi. Banyak koperasi yang membangun jaringan usahanya berbasis digital dan melakukan transaksi online sebagaimana layaknya perbankan."

Namun sejumlah koperasi besar juga mengalami kendala, salah satunya adalah mengenai pajak. Pajak yang dikenakan terhadap koperasi dinilai kurang adil, antara lain penarikan pajak dari SHU yang tidak wajar.

Momen yang sangat tepat sekali bagi para pengurus dan pengelola Koperasi Besar ini yang secara langsung bisa membahas dan mendiskusikan kendala-kendala yang mereka hadapi. Karena acara launching Buku 100 Koperasi Besar Indonesia ini dihadiri juga oleh Direktorat Pajak Kementrian Keuangan.
Acara talkshow dan diskusi yang dipandu oleh Dedi 'Miing' Gumelar menjadi semakin meriah dengan adanya dialog interaktif dari para tamu undangan.

Sebagai Ketua Pelaksana acara Launching Buku 100 Koperasi Besar Indonesia 2017, Yuni Hegarwati mengungkapkan, bahwa ini ketiga kalinya buku tersebut diterbitkan dan dapat menjadi referensi dalam memahami bisnis.

"Melakukan kunjungan ke berbagai koperasi besar dan hasilnya adalah sebagaimana kita saksikan. Ini juga berkat kerjasama yang baik dengan beerapa pihak," ujar Yuni di kesempatan ini. 



Salam Sukses 100 Koperasi Besar Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar